Kini aku mau bercerita tentang sesuatu. Dari imajinasiku sendiri. Ini cerita pertama yang aku muat di Blog-ku ini. Selamat menikmati!! \(^0^)/
Namanya Rurin. Ia anak yang pemberani, suka membantu ibunya, dan rajin. Ayahnya sudah meninggal saat ia masih 2 tahun. Saat ia bersekolah pada umur 10 tahun, ia dimasukkan ke kelas yang sangat tidak membawa keberuntungan baginya. Semua yang didalam sana yang pernah menjahati Rurin. Diantaranya; Mina, yang pernah mendorongnya ke dalam sebuah kubangan, Lulu, yang pernah memasukkan lebah kedalam bajunya, dan Lin, yang pernah mengurungnya kedalam ruangan yang terdapat anjing Pitbull kepunyaan Lin.
Namun, ia selalu tabah dengan penganiayaan yang ia rasakan itu. Dan pada suatu hari di musim gugur, Rurin diajak oleh Mina, Lulu, dan Lin ke hutan. Di hutan tersebut terdapat pohon suci yang kata orang di desanya, terdapat roh nenek moyang pendiri desa yang ditinggalinya. Kata Mina, "Rurin, sebenarnya, pohon yang ada di dekat bunga lili putih itu pohon yang ada ularnya loh! Saudaraku saja pernah tergigit ular dari pohon itu!!" Rurin pun terbelalak. "Iya!! Pohon itu pun juga sangat bau!!" Lulu pun ikut menjelek-jelekan pohon itu. "Dan, bagi yang menebang pohon itu, akan beruntung seumur hidupnya dan akan menjadi kaya raya, sejahtera, dan akan dihormati oleh seluruh penduduk di desa ini!!" kata Lin. Rurin pun bergumam sebentar. "Hmm.. Jadi, aku yang harus menebang pohon jelek itu?" tanya Rurin. "Iyaa!!" serentak Mina, Lulu dan Lin. Dan satu lagi, Rurin sangat polos, sehingga mudah untuk dibohongi. "Baiklah. Aku bersedia untuk menebang pohon itu. Itu pun membuat diriku indah," kata Rurin sambil mengambil sebuah kapak yang sudah disiapkan Mina.
Dengan keberaniannya, Rurin mengangkat kapak itu, dan... SYATT!!! BRUUKK!!! Pohon itu tumbang dalam sekejap. Hmm... Tidak ada ular satupun yang keluar. Pohon ini juga tidak ada baunya sama sekali.. Gumam Rurin. "Mina!!! Lulu!!! Lin!!! Aku sudah menebangnya!!! Pohon bau yang ditempati banyak ular berbisa!!" Teriak Rurin. Tidak ada jawaban satupun dari mereka. Ternyata, Mina, Lulu dan Lin sudah tidak ada di hutan itu. "Kyaaaa!!!! Ada seorang anak yang menebang pohon suci!!" teriak seseorang yang ingin pergi memuja pohon yang barusan ditebang Rurin tadi. "Apaa?! Pohon suci ditebang?!" Kata orang yang lain yang ikut juga memuja pohon itu. APA YANG TERJADI?! KENAPA WARGA-WARGA DI DESA INI MALAH CEMAS DAN PANIK?! MINA, LULU, LIN, APA YANG TERJADI?! RUPANYA AKU DIKIBULI OLEH KALIAN!!! KALIAN MENJEBAKKU!! Gumam Rurin dengan panik.
Rurin pun langsung lari ke rumahnya dengan panik. Saat ia pulang, ibunya sedang ada di rumahnya. "Ibuu..!! Aku dijebak oleh Mina, Lulu dan Lin!!" katanya sambil meneteskan air mata. "Dijebak apa?" Rurin pun menjawab, "Aku disuruh menebang sebuah pohon yang bau, dan aku menebangnya. Ternyata itu pohon suci buu..!!" tangisan Rurin makin keras. Setelah mendengar ucapan Rurin tadi, ibunya kaget setengah mati dan menjatuhkan gelas kaca yang ibunya pegang. "Kenapa kamu menurutinya? Mereka sering sekali menjebakmu dan kenapa kamu tidak jera?" tanya ibunya. "Karena kata mereka, jika aku menebang pohon itu, hidupku akan sangat beruntung selamanya!!" jawab Rurin. Ibunya hanya bisa menggelengkan kepala. "Tenang Rurin, semuanya akan baik saja selama ibu masih ada disini.." ibunya mengelus kepala Rurin dengan lembut. Rurin pun mengangguk. Rurin pun segera tidur untuk melupakan kejadian tadi.
TOK TOK TOK!! Pagi hari, tiba-tiba sudah ada yang mengetuk pintu. "Ya ampun, kenapa semua warga berbondong-bondong kesini?" tanya ibu Rurin dengan heran. "Apa benar ini ibunya Rurin? Kami dengar ia telah menebang pohon suci." tanya salah satu warga. "Eehh? Maafkan anakku, ia tidak sengaja melakukannya.." Ibu Rurin pun menyesali perbuatan anaknya itu. "Sekarang, bawa anakmu ke rumah Kepala Desa!!" salah satu warga pun langsung marah. Rurin yang dalam keadaan masih tidur pun dibawa ke rumah Kepala Desa. Rurin tiba-tiba terbangun. Ada apa ini? Gumam Rurin. (bersambung ke part 2)

0 komentar:
Posting Komentar