Sabtu, 23 Maret 2013

Nana's Hard Life (Part 1)

Sekarang cerita dari imajinasi lagi nih.. Enjoy~!! (^w^)n

Namaku Nana. Aku anak tunggal. Aku sangat kesepian di rumah. Menurutku, sekolah adalah "Surga Penuh Teman". Ibuku kerja di Singapura sejak aku berumur 3 tahun. Aku hanya tinggal bersama ayahku di rumah. Ayahku sering menyuruhku untuk melakukan pekerjaan rumah. "Ayah, malam ini kita makan Nasi Kuah Sapi ya," aku menawarkan menu makan malam hari ini. "Yasudah, masak sendiri sana!" ayahku menjawabnya dengan tegas. Rasanya, ayahku seperti tidak menyayangiku, hanya ibuku saja yang menyayangiku. "Iya.." aku segera berjalan ke arah dapur. Aku segera mengambil panci dan merebus air. Seandainya ibu ada disini, aku bisa bersantai-santai dan mengerjakan PR di kamarku, sedangkan Ibu yang memasak disini.. Benakku. 
Nasi Kuah Sapinya sudah matang. Aku segera mematikan kompor, dan mengambil 2 buah piring. "Ayah, ayo makan. Makan malamnya sudah siap." ajakku. Ayahku segera bangkit dari kursinya dan duduk sambil memakan makan malamnya. "Sudah, sekarang kerjakan PR-mu dan tidur!! Besok kamu bisa kesiangan!!" ayahku menyuruhku seakan aku pembantunya. Aku langsung membawa piringku ke kamar dan mengerjakan PR Geografi. Ibu, kenapa pergi selama ini? Kapan ibu akan pulang? Tanyaku dalam hati. Aku menyuapkan satu sendok nasi kedalam mulutku. Rasa Nasi Kuah Sapi ini sangat beda rasanya dari Nasi Kuah Sapi buatan ibuku. Hal ini membuatku sangat rindu kepada ibuku. Setelah mengerjakan PR, aku langsung melompat ke kasurku dan segera tidur. Semoga Ibu cepat pulang.. benakku dalam hati.

PIIIPP!! PIIIIPP!! Alarm-ku berbunyi, pertanda sudah pagi. Jam 05.00 pagi. Aku segera merapikan kasurku, lalu mencuci muka. Kemudian, sarapan. Sarapan, lagi-lagi aku disuruh oleh ayahku untuk memasak sarapan sendiri. Tetapi, ayah sudah sarapan dengan sereal dan sudah berangkat terlebih dahulu. Tinggal aku sendiri. Aku mengambil telur dari kulkas dan menggorengnya. Begitu telurnya matang, aku segera memakannya. Kalau ibu ada disini, aku sedang sarapan dengan ibu sekarang.. Benakku. Setelah sarapan, aku segera mandi. Saat aku mandi, tiba-tiba terdengar teriakan. "Nana!!! Ayo, kita berangkat sekolah!!" sepertinya aku kenal suara ini.. Benakku. Oh ya, aku punya 2 sahabat, Lila dan Sylvi. Ternyata itu suara Lila dan Sylvi. Aku segera memakai bajuku, dan memakai ranselku. Tak lupa, aku mengunci pintu. Lila dan Sylvi sudah menyambutku didepan pintu. "Nana, hari ini kan hari Jum'at, boleh nggak kamu ke rumahku nanti sore?" Tanya Sylvi. "Hmm.. Boleh!!" aku pun sangat semangat kalau diajak ke rumah teman. Karena bagiku, rumahku adalah penjara. "Oh ya, ayo cepat ke sekolah, nanti telat!!" seru Lila. Kami bertiga pun segera berlari menuju sekolah.

KRIIIINGG!! Bel pulang pun berbunyi. Aku, dan Lila pun langsung menghampiri Sylvi. "Syl, jadi kerumahmu hari ini?" tanya Lila. "Jadi dong!! Yok!!" Sylvi pun segera mengajak kami berdua ke rumah Sylvi. Sesampainya di rumah Sylvi, aku dan Lila diajak ke kamar Sylvi, kemudian kami bertiga mengobrol. "Aku.. Ingin bertemu ibuku.." aku mengatakannya dengan lemas. "Apa?" Lila kurang mendengarnya. "Aku.. Rindu ibuku.." aku pun meneteskan air mata. "Oh iya ya, ibumu di Singapura kan? Aku punya cara yang mudah untuk bisa bertemu ibumu!!" seru Lila. Hah?! Aku pun kaget. "Iya!! Bisa bertemu di rumah lho!! Ayo!! Ikut aku!!" Lila mengajak aku dan Sylvi ke suatu tempat, agar aku bisa bertemu dengan ibuku. Kira-kira, tempat apa itu ya? (bersambung ke part 2)

0 komentar:

Posting Komentar